Latar Belakang

Keluarga

             Hai semua perkenalkan ya nama saya indah saya adalah ibu rumah tangga dengan 3 orang anak, sebelum saya memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga saya adalah seorang karyawati di sebuah perusahaan asuransi. Meniti karir mulai dari jaman masih single sampai menikah dan punya anak adalah sebuah perjalanan yang menyenangkan dan sangat berharga buat saya, sampai akhirnya di titik dimana saya harus  memutuskan untuk memilih antara karir dan Keluarga.
                Dengan latar belakang Keluarga dimana ibu saya adalah seorang pegawai negeri yang selama ini bisa melakukan tugasnya sebagai Ibu dan Karyawan dengan baik, tentu nya tidak mudah bagi saya untuk mendapatkan ijin dari orang tua untuk meninggalkan karir saya dan memilih menjadi Ibu Rumah tangga, dan masih banyak orang disekitar saya yang menganggap seorang sarjana yang kemudian memutuskan untuk tinggal di Rumah adalah sebuah hal yang sia – sia. Berbagai  macam pertimbangan di utarakan oleh ibu saya yang salah satu diantaranya paling saya ingat adalah  tentang bagaimana kalau terjadi sesuatu, misal suami terkena musibah, paling tidak si istri harus punya pegangan juga, jadi kondisi ekonomi tetap stabil dan anak- anak tetap bisa sekolah. Di lain sisi suami juga mendukung semua keputusan saya dengan Catatan si anak tetap ada yang menjaga dan tetap terurus. Akhirnya saya mengikuti saran ibu saya untuk tetap bekerja dengan kondisi setiap pagi menitipkan anak saya beserta pengasuhnya ke Rumah Ibu, kemudian sore harinya baru dijemput untuk kembali pulang ke Rumah.

Pribadi

                Hari demi hari menjalankan rutinitas menitipkan anak pada ibu harusnya sudah menjadi solusi yang tepat bagi saya untuk tetap bisa bekerja dan mengejar karir saya. Tapi apa daya keresahan kembali muncul ketika sadar begitu banyak tumbuh kembang anak saya yang terlewati,  Anak lebih dekat dengan pengasuh nya , daripada dengan saya dan menjadi mengandalkan si pengasuh setiap hari nya. Belum lagi ketika  membaca artikel artikel tentang pergaulan bebas anak- anak jaman sekarang dan artikel tentang pengasuh bayi yang suka memukuli momongannya menjadi momok yang menakutkan buat saya.
Dengan mengumpulkan semua keberanian saya akhirnya saya memutuskan resign dari pekerjaan saya dan berusaha meyakinkan  kepada Orang Tua saya bahwa saya tetap bisa melakukan usaha sambil mengurus anak di Rumah. Syukur Alhamdulilah mereka mengijinkan saya walaupun saya juga tau bahwa saya sudah mengecewakan mereka dan saya berjanji pada diri saya sendiri bahwa suatu hari saya akan membuat orang tua saya bangga dengan keputusan saya ini.
Mengutip tulisan http://www.hipwee.com/motivasi/tak-ada-gelar-yang-sia-sia-atau-profesi-yang-bisa-disebut-cuma-sarjana-juga-berhak-jadi-ibu-rumah-tangga/ Tidak ada kesia-siaan dari semua pengorbananmu saat memilih untuk sepenuhnya menghabiskan waktu untuk mengurus keluarga. Dan saya menyadari hal itu, masa transisi dari seorang wanita bekerja menjadi Ibu Rumah tangga tidak lah mudah dari baju kantoran menjadi dasteran, biasa ketawa dan ngobrol sama teman kantor-kantor begitu jadi ibu Rumah tangga semuanya hilang, untung nya pada saat itu sudah ada teknologi internet  jadi masih bisa berhubungan dengan teman – teman melalui chat di dunia maya, dan hampir setiap hari saya searching tentang bagaimana menjadi ibu yang baik dan bagaimana  caranya bekerja sambil bisa mengasuh anak, Dan ide untuk berbisnis mulai bermunculan mulai dari membuat toko online yang menyediakan barang bekas pakai, mencoba untuk menjadi reseller baju, Makanan sampai ide menjadi Peternak Kelinci dan yang terakhir yang sampai sekarang saya jalankan ada menjalakan bisnis oriflame secara online. semua saya jalani dengan penuh tanggung jawab.
Memilih manjadi wanita karir atau Ibu Rumah tangga adalah sebuah pilihan, bukan masalah benar atau salah, karena setiap pilihan ada resiko yang harus di hadapi dan kita harus yakin akan pilihan kita. Dan saya juga yakin bahwa semua Keluarga , anak – anak dan suami saya  suatu saat nanti pasti akan bangga dengan keputusan yang saya ambil. Karena menjadi seorang Ibu Rumah tangga adalah sebuah karir yang sangat penting dan tidak bisa dibayar dengan apapun.
“Entah akan berkarir atau berumah tangga, seorang wanita wajib berpendidikan tinggi karena ia akan menjadi ibu. Ibu-ibu cerdas akan menghasilkan anak-anak cerdas.” – Dian Sastrowardoyo


ini tugasku ya teh erna kmo 4C mohon koreksi nya terimakasih..








Indah Budi W

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

1 komentar:

  1. lanjutkan menulisnya. nice post . selalu ada cerita di dunia ibu :)

    BalasHapus